SIFAT FISIKO-KIMIA SUSU
·
SIFAT KIMIA SUSU :
Potensial ion hydrogen (pH) susu segar
terletak antara 6.5 – 6.7. Keasaman dan pH Susu : susu segar mempunyai sifat
ampoter, artinya dapat bersifat asam dan basa sekaligus. Jika diberi kertas
lakmus biru, maka warnanya akan menjadi merah, sebaliknya jika diberi kertas
lakmus merah warnanya akan berubah menjadi biru. Bila nilai pH air susu lebih
tinggi dari 6,7 biasanya diartikan terkena mastitis dan bila pH dibawah 6,5
menunjukkan adanya kolostrum ataupun pemburukan bakteri.
·
SIFAT FISIK AIR SUSU :
1.
Warna air susu :
Warna
air susu dapat berubah dari satu warna kewarna yang lain, tergantung dari
bangsa ternak, jenis pakan, jumlah lemak, bahan padat dan bahan pembentuk
warna. Warna air susu berkisar dari putih kebiruan hingga kuning keemasan.
Warna putih dari susu merupakan hasil dispersi dari refleksi cahaya oleh
globula lemak dan partikel koloidal dari casein dan calsium phosphat. Warna
kuning adalah karena lemak dan caroten yang dapat larut. Bila lemak diambil dari
susu maka susu akan menunjukkan warna kebiruan.
2.
Rasa dan bau susu :
Kedua komponen ini erat sekali hubungannya dalam menentukan
kualitas air susu. Air susu terasa sedikit manis, yang disebabkan oleh laktosa,
sedangkan rasa asin berasal dari klorida, sitrat dan garam-garam mineral
lainnya.
Bau air susu mudah berubah dari bau yang sedap menjadi bau yang
tidak sedap. Bau ini dipengaruhi oleh sifat lemak air susu yang mudah menyerap
bau disekitarnya. Demikian juga bahan pakan ternak sapi dapat merubah bau air
susu.
3. Berat
jenis air susu :
Air susu mempunyai berat jenis yang lebih besar daripada air. BJ
air susu = 1.027-1.035 dengan rata-rata 1.031. Akan tetapi menurut codex susu,
BJ air susu adalah 1.028. Codex susu adalah suatu daftar satuan yang harus
dipenuhi air susu sebagai bahan makanan. Berat jenis harus ditetapkan 3 jam
setelah air susu diperah. Penetapan lebih awal akan menunjukkan hasil BJ yang
lebih kecil. Hal ini disebabkan oleh :
·
perubahan kondisi lemak
·
Adanya gas yang timbul
didalam air susu
4.
Kekentalan air susu (viskositas)
Seperti BJ maka viskositas air susu lebih tinggi daripada air.
Viskositas air susu biasanya berkisar 1,5 – 2,0 cP. Pada suhu 20°C viskositas
whey 1,2 cP, viskositas susu skim 1,5 cP dan susu segar 2,0 cP. Bahan padat dan
lemak air susu mempengaruhi viskositas. Temperatur ikut juga menentukan
viskositas air susu. Sifat ini sangat menguntungkan dalam pembuatan mentega.
5. Titik
beku dan titik cair dari air susu :
Pada codex air susu dicantumkan bahwa titik beku air susu adalah
–0.5000 C. Akan tetapi untuk Indonesia telah berubah menjadi –0.5200 C. Titik
beku air adalah 00 C. Apabila terdapat pemalsuan air susu dengan penambahan
air, maka dengan mudah dapat dilakukan pengujian dengan uji penentuan titik
beku. Karena campuran air susu dengan air akan memperlihatkan titik beku yang
lebih besar dari air dan lebih kecil dari air susu. Titik didih air adalah
100°C dan air susu 100.16°C. Titik didih juga akan mengalami perubahan pada
pemalsuan air susu dengan air.
6. Daya cerna air susu
:
Air susu mengandung bahan/zat makanan yang
secara totalitas dapat dicerna, diserap dan dimanfaatkan tubuh dengan sempurna
atau 100%. Olehkarena itu air susu dinyatakan sangat baik sebagai bahan
makanan. Tidak ada lagi bahan makanan baik dari hewani terlebih-lebih nabati
yang sama daya cernanya denagn air susu.
Untuk sifat kimia nya? ?
BalasHapusMaaf galfok :v
Hapus