Mikroorganisme adalah sebuah organisme
kehidupan yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Ukuran yang
digunakan untuk mikroorganisme adalah mikrometer (µ m); 1 µ m = 0.001
milimeter; 1 nanometer (nm) = 0.001 µ m.
Mikroorganisme
dapat dibagi menjadi beberapa kelas, diantaranya adalah bakteri, fungi dan virus.
Susu,
ketika di sekresi di dalam ambing ternak berada dalam keadaan yang steril.
Namun ketika dalam perjalanan dari ambing menuju puting, bahkan sebelum susu
keluar dari puting, susu sudah terkontaminasi oleh sedikit bakteri yang tinggal
di dalam puting (apalagi jika puting tersebut kurang diperhatikan
kebersihannya).
Walaupun
demikian kontaminasi pada tahap ini boleh dibilang sangat sedikit dan masih
terbilang aman, terkecuali apabila sapi menderita penyakit yang disebabkan oleh
mikroorganisme seperti Mastitis.
Oleh
sebab itu, mikroorganisme dan kontaminasinya memiliki peran yang sangat penting
dalam proses pembuatan dan pengolahan susu.
Pertumbuhan Mikroorganisme
Ada beberapa faktor yang berhubungan dengan daya hidup dan
pertumbuhan dari mikroorganisme pada sebuah bahan makanan (faktor intrinsik),
diantaranya adalah:
1.
kandungan nutrisi
2.
kandungan air
3.
derajat keasaman (pH)
4.
kandungan oksigen
5.
struktur biologi
6.
kandungan antimikrobial
Sedangkan faktor ekstrinsik yang berpengaruh terutama yang
berkaitan dengan lingkungan tempat bahan makanan tersebut disimpan, yaitu :
1. Suhu
2. Kelembaban relative
3. Kandungan gas yang ada disekitar bahan makanan.
Dalam sebuah kelompok, mikroorganisme dapat tumbuh pada kisaran
temperatur yang cukup luas. Namun jumlah dan jenisnya sangat berkaitan dengan
suhu lingkungan dimana dia berada. Secara umum, menurut suhu, mikroorganisme
dapat dibedakan menjadi 4 jenis utama:
·
Mikroorganisme Psycrophillic (tumbuh
optimum pada suhu antara 20 to 30°C)
·
Mikroorganisme Mesophillic (tumbuh
optimum pada suhu 30 to 40°C)
·
Mikroorganisme Thermophillic (tumbuh
optimum pada suhu 55 and 65° C.
·
Mikroorganisme Hyperthermophillic(yang hidup dengan baik pada suhu sangat tinggi sampai 110 ° C,
bahkan dalam percobaan, ada yang tahan pada suhu 130° C selama 2 jam).
Mikroorganisme dalam Susu
Seperti telah disinggung diatas, susu berada dalam kondisi
steril ketika di sekresi di dalam ambing, namun dalam perjalanan menuju puting,
susu dapat terkontaminasi berbagai macam mikroorganisme. Apa saja
mikroorganisme tersebut ?
Bakteri
Asam Laktat (BAL),
tidak berlebihan kiranya bila bakteri dalam genus ini disebut sebagai salah
satu bakteri terpenting (yang sudah diketahui tentunya) dalam kehidupan
manusia.
Lactic
acid bacteria termasuk
bakteri gram positif fakultatif dan secara umum tidak berbahaya, bahkan
dibutuhkan oleh manusia dan hewan. BAL banyak ditemukan di sekeliling kita,
sebagai contoh, BAL banyak ditemukan di sekitar vagina dan di dalam usus halus.
BAL sangat berperan dalam membantu proses pencernaan kita. Kalau anda ingat
minuman kesehatan Yakult, BAL
inilah yang juga berperan dalam aspek kesehatan dari minuman tersebut selain kandungan
mineral dan nutrisi lainnya. BAL mampu memproses karbohidrat dalam susu yang
disebut laktosa menjadi asam laktat. Mereka secara natural ada didalam susu
(murni) dan secara luas digunakan sebagai kultur starter dalam
produksi berbagai macam produk olahan fermentasi susu.
Bakteri Coliform,
coliform adalah mikroorganisme yang berbentuk batang (rod) dan memiliki
gram negatif. Coliform memiliki sifat fakultative anaerob. Artinya bakteri ini
normalnya dalam pernafasan aerobik memproduksi ATP (Adenosine Triphosphate,
sebuah monomer yang berfungsi sebagai media transportasi energi kimia antar sel
dalam makhluk hidup) apabila dalam lingkungannya tersedia oksigen. Apabila
oksigen tidak tersedia, organisme ini dapat berubah menjadi pemproduksi asam
laktat dan alkohol atau yang dikenal dengan nama fermentasi.
Coliform
aktif tumbuh pada suhu sekitar 37° C. Organisme ini dapat menyebabkan
pembusukan yang cepat pada susu karena mampu melakukan fermentasi pada laktosa
pada suhu sekitar 35° C dan sekaligus juga memproduksi asam dan gas. Selain itu
mereka juga mampu mendegradasi protein pada susu.
Coliform
adalah organisme indikator. Artinya, kehadiran organisme ini sering
diasosiasikan dengan organisme patogen, tapi tidak berarti bahwa coliform ini
dengan sendirinya adalah patogen. Kehadiran coliform merupakan indikator yang
baik bahwa sesuatu itu telah terkena kontaminasi.
Coliform
dapat dimatikan dengan proses yang disebut HTST (High Temperature, Short
Time) pada 72°C selama 16 detik.
Escherichia
coli (E-coli)
merupakan salah satu anggota dari kelompok coliform dan dapat melakukan
fermentasi gula susu (laktosa) pada suhu 44°C.
Mikroorganisme Perusak pada Susu
Kualitas
mikrobial dalam susu segar sangat penting bagi penilaian dan produksi produk
susu yang berkualitas. Susu dapat disebut telah rusak apabila terdapat gangguan
dalam tekstur, warna, bau dan rasa pada kondisi dimana susu tersebut sudah
tidak patut lagi dikonsumsi oleh manusia. Kerusakan yang disebabkan oleh
mikroorganisme dalam makanan sering melibatkan degradasi dari zat zat nutrisi
seperti protein, karbohidrat dan lemak, baik oleh mikroorganisme itu sendiri
maupun enzim yang diproduksinya.
Secara
umum pada susu mikroorganisme yang berperan dalam hal ini adalah organisme
psikotrof. Meskipun kebanyakan dari kelompok ini dapat dihancurkan pada
temperatur pasteurisasi, sayangnya, beberapa jenis sepertiPseudomonas
fluorescens dan Pseudomonas fragi dapat memproduksi
proteolitik dan lipolitik enzim yang stabil pada suhu tinggi dan dapat
menyebabkan kerusakan.
Beberapa spesies dan keturunan dari Bacillus, Clostridium, Cornebacterium,Arthrobacter, Lactobacillus, Microbacterium, Micrococcus ,
danStreptococcus dapat bertahan pada temperatur pasteurisasi dan
sekaligus mampu tumbuh pada suhu dalam ruang pendingin yang pada akhirnya dapat
menyebabkan masalah kerusakan dan pembusukan pada bahan makanan terutama susu.
Mikroorganisme Patogen pada Susu
Beberapa bakteri patogen dalam susu segar dan produk susu yang
masih menjadi perhatian saat ini antara lain:
•
Bacillus cereus
•
Listeria monocytogenes
•
Yersinia enterocolitica
•
Salmonella spp.
•
Escherichia coli O157:H7
•
Campylobacter jejuni
Perlu diungkapkan juga disini bahwa beberapa jenis jamur,
kebanyakan dari spesies Aspergillus, Fusarium,
dan Penicillium dapat tumbuh dalam media susu dan produk susu
lainnya. Apabila kondisinya memungkinkan, organisme ini dapat memproduksi
zat mycotoxin yang dapat berbahaya bagi kesehatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar